Perbedaan Umur Simpan Donat Dengan Substitusi Tepung Jagung

Authors

  • Rahmayani Harnesia Universitas Negeri Padang
  • Elida Universitas Negeri Padang
  • Kasmita Universitas Negeri Padang
  • Yolanda Intan Sari Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.31933/ejpp.v6i2.1413

Keywords:

substitusi tepung jagung, donat, diversifikasi pangan, umur simpan

Abstract

Penggunaan pangan lokal sebagai substitusi tepung terigu penting untuk mendukung diversifikasi pangan dan mengurangi impor gandum. Tepung jagung merupakan alternatif potensial, namun studi mengenai masa simpan produk donat dengan substitusi ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan masa simpan donat dengan substitusi tepung jagung sebesar 25% dan 30%. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain observasional deskriptif. Sampel dipilih secara purposive dan data dikumpulkan melalui observasi sistematis serta dokumentasi terhadap perubahan organoleptik selama enam hari pada suhu ruang dalam wadah kedap udara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua formulasi memiliki pola penurunan kualitas yang serupa. Donat mempertahankan kualitas baik hingga hari kedua, mulai menurun pada hari ketiga, dan tidak layak dikonsumsi pada hari keempat yang ditandai dengan aroma asam, perubahan tekstur, pemudaran warna, serta pertumbuhan jamur. Tidak ditemukan perbedaan substansial antara tingkat substitusi 25% dan 30% dalam hal stabilitas penyimpanan. Disimpulkan bahwa donat dengan substitusi tepung jagung 25% dan 30% memiliki masa simpan praktis hingga tiga hari pada suhu ruang. Temuan ini memperluas literatur mengenai stabilitas penyimpanan produk berbasis tepung jagung.

References

Abdel‐Aal, E. M. (2009). Functionality of starches and hydrocolloids in gluten‐free foods. Gluten‐free Food Science and Technology, 200–224.

Aini, N., Wijonarko, G., & Sustriawan, B. (2016). Physical, chemical, and functional properties of fermented corn flour. Agritech, 36(2), 160–169.

Alda, T., Shalihin, A., Revadi, C. E., Nasution, F. R. P., Andifa, R. A., Tarigan, N. S. F. B., Irsan, M., Pandapotan, A., Halim, J. M., & Ningsih, R. W. (2025). Design of a Strategy for the Sustainable Development of the Bakery Industry in Medan City †. Engineering Proceedings, 84(1), 1–9. https://doi.org/10.3390/engproc2025084010

Anderson, B., & Almeida, H. (2019). Corn dry milling: Processes, products, and applications. In Corn (pp. 405–433). Elsevier.

Antoni, J., Elida, Gusnita, W., Siregar, J., Keluarga, I. K., & Pariwisata, F. (2025). Kualitas Donat Dengan Subtitusi Tepung Jagung. 9.

Buckle, J. V. al, Curtis, E. I., Roberts, J. F., White, G. J., Hatchell, J., Brunt, C., Butner, H. M., Cavanagh, B., Chrysostomou, A., & Davis, C. J. (2010). The JCMT Legacy Survey of the Gould Belt: a first look at Orion B with HARP. Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, 401(1), 204–222.

da Silva Timm, N., Coradi, P. C., dos Santos Bilhalva, N., Nunes, C. F., & da Costa Corrêa Cañizares, L. (2023). Effects of corn drying and storage conditions on flour, starch, feed, and ethanol production: a review. In Journal of Food Science and Technology (Vol. 60, Number 9, pp. 2337–2349). Springer. https://doi.org/10.1007/s13197-022-05549-3

Dewi, N. K. K. S., Sudiarta, I. W., & Rudianta, I. N. (2022). Substitution of corn flour and additional palm sugar to cookies characteristics. SEAS (Sustainable Environment Agricultural Science), 6(1), 42–52.

Ekafitri, R. (2010). Teknologi Pengolahan Mie Jagung : Pangan, 19(3), 283–293.

Fellows, R. P., Dahmen, J., Cook, D., & Schmitter-Edgecombe, M. (2017). Multicomponent analysis of a digital Trail Making Test. The Clinical Neuropsychologist, 31(1), 154–167.

Guiné, R. P. F. (2022). Textural properties of bakery products: A review of instrumental and sensory evaluation studies. Applied Sciences, 12(17), 8628.

Li, J., He, Y., Zhao, D., Huang, X., Chen, X., Liu, Y., Zhu, C., Wu, C., & Xie, A. (2026). Effects of processing treatments on corn starch retrogradation and strategies for its control: a review. Food Quality and Safety, 10, fyaf075.

Niron, M. F. V. D. P. K., & Tongkal, F. M. (2020). PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG JAGUNG (Zea mays) DAN AMPAS KELAPA (Cocos nucifera) TERHADAP UJI ORGANOLEPTIK KUE KERING. Jurnal Info Kesehatan, 1(1), 1–7.

Samsu. (2017). Jenis-Jenis Pengumpulan Data Dalamm PPenelitian Kualitatif. Jurnal QOSIM Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 1(1), 13–23.

Suani. (2009). 178792-ID-prospek-pemanfaatan-tepung-jagung-untuk. Jurnal Litbang Pertanian, 28(274), 63–71.

Suarni, & Muh. Yasin. (2016). Jagung sebagai Sumber Pangan Fungsional. Pangan Dan Pertanian, 5(6), 1–16.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi dan R&D) (ke-3). Alfabeta, CV.

Yunindya, R. P., & Murtini, S. (2020). PENGARUH SUHU AIR YANG DITAMBAHKAN TERHADAP KUALITAS DONAT KENTANG The Effect of Added Water Temperatures to The Quality of Potato Donuts. Jurnal Teknologi Pertanian, 21(2), 94–105.

Downloads

Published

2026-05-02

How to Cite

Harnesia, R., Elida, Kasmita, & Sari, Y. I. (2026). Perbedaan Umur Simpan Donat Dengan Substitusi Tepung Jagung. Ekasakti Jurnal Penelitian Dan Pengabdian, 6(2), 195–203. https://doi.org/10.31933/ejpp.v6i2.1413